Jumat, 09 Desember 2016

Peningkatan Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga Dalam Keluarga Hindu Untuk Menumbuhkembangkan Kewirausahaan Dan Kelestarian Lingkungan Oleh I Putu Sugih Arta, SE.,MM (PENELITIAN INDIVIDU 2013)

Abstraksi 

    Tumpek Wariga dilaksanakan pada hari Sabtu Keliwin Wuku Wariga,  pemujaan dilakukan kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Sangkara, karena Beliaulah yang menghidupkan segala jenis tumbuh-tumbuhan seperti berbagai jenis kayu-kayuan upakaranya terdiri dari :peras, tulung, sesayut, bubur tepung dan tumpeng agung memakai daging guling dilengkapi dengan jajan dan buah-buahan.

   Pemahaman umat Hindu di Kota Mataram terhadap Tumpek Wariga masih sangat minim, hal ini terbukti dengan anggapan masyarakat tentang pelaksanaan upacara tumpek wariga hanya sebatas kewajiban yang harus dijalankan sebagai umat HIndu yang merupakan warisan budaya turun temurun sedangkan makna yang terkandung dalam ritual tersebut sama sekali tidak dipahami.

  Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan analisis data kualitatif, sedangkan penentuan sampel peneliti mempergunakan cara purposive sampling, informan yang dijadikan subyek penelitian diambil denngan menggunakan teknik Snowball Sampling, artinya mencari informan berdasarkan informan kunci (Narbuko dan Ahmadi,2001). Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui proses pengamatan (observasi),wawancara dan dokumentasi dan kemudian dianalissa menggunakan teknik kualitatif deskriptif yang melalui jalur reduksi data, penyajian data dan terakhir verifikasi/menarik kesimpulan.

.
Kata Kunci : Upacara Tumpek Wariga,Keluarga Hindu, Kewirausahaan, Lingkungan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar